Cara Membuat Pupuk Organik Kompos

Salah satu jenis pupuk organik adalah kompos. Karena kehadirannya pupuk organik sangat diharapkan, berarti kehadiran pupuk organik kompos pun demikian. Sebenarnya, pupuk organik kompos bukanlah hal baru. Nenek moyang kita sudah lama mengenalnya. Sejak berabad-abad silam, para leluhur sudah melakukan hal yang kurang lebih sama dengan praktik pengomposan moderen.

membuat pupuk organik Kompos adalah dengan proses pelapukan bahan-bahan organik (sampah organik) berinteraksi antara mikroorganisme (bakteri pembusuk) yang bekerja di dalamnya. Bahan-bahan organik tersebut seperti dedaunan, rumput, jerami, sisa-sisa ranting, kotoran hewan (padat/cair) dan lain-lain.

membuat komposBerikut ini alat dan bahan yang bisa digunakan membuat pupuk organik kompos :

Alat Alat-alat yang diperlukan antara lain : 1. Tempat pembuatan kompos, sebaiknya ada naungan. 2. Sekop 3. Cangkul garpu 4. Gembor/embrat 5. Drum air 6. Ember 7. Lembaran plastik penutup/terpal 8. Alat timbang

Bahan Bahan-bahan yang diperlukan antara lain :

  1. Bahan organik 1000 kg
  2. Pupuk kandang 200 kg
  3. Bekatul 20 kg
  4. Kapur 20 kg
  5. Abu 20 kg
  6. SOT HCS 4 BOTOL
  7. Gula 1/4 kg
  8. Air secukupnya

Kegunaan Bahan

  1. Sampah organik merupakan bahan utama untuk membuat kompos.
  2. Pupuk kandang merupakan bahan untuk membantu mempercepat proses pengomposan.
  3. Bekatul merupakan bahan untuk menambah nutrisi kompos dan sebagai makanan bakteri.
  4. Kapur merupakan bahan untuk menaikkan pH kompos, supaya pH kompos netral sehingga unsur hara mudah diserap akar tanaman.
  5. Abu merupakan bahan untuk memperkaya nutrisi kompos.
  6. SOT HCS merupakan decomposer yang didalamnya banyak bakteri sehingga dapat mempercepat proses pengomposan.
  7. Gula merupakan bahan makanan bakteri sehingga dapat melangsungkan hidup dan berkembang biak dengan cepat.
  8. Air bahan untuk menjaga kelembaban sehingga bakteri dapat berkembang dengan cepat karena kondisi kondisi optimal.

Langkah Kerja

  1. Lakukan pemotongan sampah organik sepanjang 5 sampai 10 cm dengan tujuan untuk mempercepat pengomposan dan memper mudah pembalikan.
  2. Lakukan pembasahan potongan sampah organik hingga kadar air 50 sampai 60 % dengan ciri-ciri dikepal tidak keluar air, di buka bahan ambyar.
  3. Lakukan pencampuran pupuk kandang, bekatul, kapur, dan abu hingga homogen kemudian basahi dengan air hingga kadar air 50 sampai 60 % dengan ciri-ciri dikepal tidak keluar air, di buka bahan ambyar.
  4. Lakukan pencampuran air 40 liter, SOT HCS 1 liter dan gula 1 kg dalam drum kemudian aduk hingga homogen.
  5. Lakukan penumpukan bahan organik lapisan I dengan ukuran lebar 150 cm,panjang 200 cm dan tinggi 20 cm kemudian lakukan penaburan campuran pupuk kandang, bekatul, kapur dan abu hingga merata dengan ketebalan 5 cm. kemudian lakukan penyiraman dengan air SOT HCS menggunakan gembor hingga merata.
  6. Lakukan penumpukan bahan organik lapisan II diatasnya setebal 20 cm lagi kemudian lakukan penaburan campuran pupuk kandang, bekatul, kapur dan abu hingga merata dengan ketebalan 5 cm. kemudian lakukan penyiraman dengan air SOT HCS menggunakan gembor hingga merata.
  7. Begitu selanjutnya sampai bahan organik habis hingga mencapai 5 lapis.
  8. Lakukan pembalikan setiap 1 minggu sekali hingga 2 minggu.
  9. Setelah 3 minggu kompos telah jadi kemudian dilakukan pengayakan dan pengemasan. Pengemasan dilakukan bias dengan bagor bias dengan plastik tergantung permintaan atau segmen pasar.
  10. Kompos siap digunakan
Baca juga.....  Type-type Pupuk

Pengunjung juga mencari:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

آپلود عکس
Informasi Produk dan Pendaftaran Mitra PROGRAM HCS
Hubungi : 0823 156 12345 (WA/SMS/TELP)
error: Content is protected !!