085742927777 - 082315612345 - 081977977137
programhcs@gmail.com


Rontok bulu pada unggas

khususnya itik jawa atau juga itik lokal indonesia berniat selalu menjalani masa rontok bulu, beserta tentang ini terjadi ala alamiah. masa rontok bulu terjadi andaikata itik sempat berproduksi selagi sepuluh sampai duabelas bulan, sebaliknya tersedia sebanyak hal spesial yg menimbulkan itik menjalani rontok bulu lebih lekas, antara lain semenjak aspek cuaca yg ekstrim, jikalau sejak musim panas ke musim hujan, meski juga belom sepuluh bulan sebanyak itik berniat menjalani masa rontok bulu, sedang aspek kedua mewujudkan pergantian pakan yg sifatnya drastis bagus metode kuantitas ataupun metode kwalitas.masa rontok bulu pada itik biasanya terjadi sekitar empat s.d enam minggu. hasil itik kagak berproduksi ataupun produksi menurun bahwa berguna dikerjakan langkah- langkah yg dirasa penting, terutama di dalam hal manajemen pakan.

rontok bulu

menghadapi masa rontok bulu pada unggas tersebut peternak wajib lebih bijaksana di dalam membagikan pakan terhadap itik, hal yg pertama kalau itik menghadapi masa rontok bulu setelah berproduksi selagi sepuluh sampai beserta duabelas bulan merupakan memuasakan itik semasa dua hari enggak diberi makan, serta belaka diberi minum jua, tentang ini dimaksudkan bagi menseragamkan rontoknya bulu pada sekumpulan itik. hal yg kedua di dalam memperlakukan itik yg rontok bulu mewujudkan serta memasrahkan itik pakan sedikit demi sedikit, ini dimaksudkan supaya itik kagak kaget setelah berpuasa tidak menggunakan makan semasa dua hari, hal yg ketiga mewujudkan melepaskan porsi makan yg ala kwalitas dikurangi, bila ajah itik yg ala normal diberi asupan pakan dan kadar protein minimal delapan belas% bahwa buat tidaklama diberikan asupan protein lebih sedikit bermula biasanya, keterlibatan kita ketahui dengan sumber pakan yg berprotein tinggi biasanya sangat mahal. hal yg keempat merupakan setelah itik semenjak tumbuh bulunya, bahwa sedikit demi sedikit asupan protein atau nilai gisi pada itik cenderung ditingkatkan, sampai alhasil itik sejak bertelur bersama sumber protein diberikan normal mirip kala itik bertelur.

Rontok bulu pada unggas merupakan hal yg normal pada hewan yg terhitung bangsa Unggas. Mekanisme alamiah di dalam usahanya meremajakan Ovum, calon telur. Rontok bulu biasanya terjadi pada ayam yg telah berproduksi lama, sekitar umur 70 minggu. Semasa rontok bulu ayam kagak bertelur minim lebih satu – dua bulan memprihatinkan. Rontok bulu yg konvensional terjadi meliputi bulu ekor beserta sayap. Kagak setiap ayam ketika rontok bulu memperlukan ketika satu – dua bulan semua. Karakter ayam yg telah menjalani seleksi genetic, pola rontok bulunya macam “ NYULAM “ artinya meski juga satu dua bulu rontok namun ayam tetap bertelur, walau prosentasenya turun. Yg terpenting pembuatan Ovum/ calon telur lantas berlangsung , walau waktu rontok bulu. Perlu ayam bertelur sepanjang masa hidupnya.

Tipe rontok bulu pada unggas darat ( ayam, kalkun, gemak, kampong, RAS ) dengan unggas air ( bebek, itik, angsa ) berbeda. Yg ane terangkan pada atas itu, bagi tipe unggas darat. Begitupun nanti pada perlakuaan FORCE MOULTING sempat pasti berbeda jua.
Baiklah, sekarang kita bahas rontok bulu buat unggas air, terutama bagi itik/ bebek. Setelah itik/ bebek bertelur sembilan – duabelas bulan, bakal menghadapi rontok bulu. Bulu bulu yg makmur berjatuhan , digantikan bulu anyar lagi. Tentang ini bagi unggas air memerlukan ketika yg lebih lama pada bandingkan unggas darat, kenapa? Sebab kandungan minyak pada lapisan kulitnya lebih tebal dengan banyak. Tipe rontok bulu itik bentuk “ TOTAL “ di dalam artian total berhenti telurnya , pun total perontokan bulunya.

METODE FORCE MOULTING ITIK/ BEBEK
Force Moulting, tindakan mempercepat masa rontok bulu dan pemuasaan dengan pengurangan jatah pakan minum. Intinya itik/ bebek pada bagi sress, dibikin gaduh, sampai-sampai apabila tingkat stress telah pada tingkatan khas bulu berniat rontok total. Lamanya tatkala force moulting satu – satu,lima bulan, normalnya kala rontok bulu tiga bulan. Tindakan yg pada lakukan, hari pertama bersama kedua belaka pada beri air minum tidak menggunakan pakan. Hari ke tiga hingga hari ke tujuh pada beri air minum beserta pakan setengah mulai takaran asupan pakan normal kecuali Sahaja berupa dedak/ katul/ bekatul. Hari ke delapan hingga hari ke duabelas pada beri air minum serta pakan normal itik petelur namun porsinya setengah pun. Sedari hari ke tiga belas sampai masa Force Moulting selesai air minum pada beri serta pakan normal pada berikan, kecuali asupannya pada tambah sedikit- demi sedikit, hingga masa force moulting selesai, asupan pakan sempat kembali normal.

Facebook Comments

Incoming search terms:



Tentang Penulis

- Syamsul Ashari, Owner dari Stokishcs.com , kami sebagai penggiat Organik melalui Program HCS untuk memajukan petani dan peternak indonesia.. Go Success..!!!

Posting terkait dengan Rontok bulu pada unggas







Hak cipta © Pusat Informasi Mitra PROGRAM HCS dan didukung oleh .
آپلود عکس
error: Content is protected !!