Menu
Dibuka ke Agenen Produk-Produk HCS, terbatas tiap Kota. Hubungi ADMIN 0823-156-12345

PENGGEMUKAN KAMBING MENGAPA GAGAL ?

Jul
16
2013
by : admin program hcs. Posted in : Info Ternak

Kegagalan yang banyak menimpa teman-teman peternak kambing pemula maupun peternak senior yang tergiur dengan metode fermentasi kemudia melakukan ternak secara massif masih sering kali terjadi. ketika gagal mereka down tidak menganalisa penyebabnya.

Mari kita kaji lagi sebab-sebab kegagalan itu :

1. Terlalu cepat ingin sukses (kaya)

Teori perkembangan ternak dari segi jumlah yang dimulai dari 2 ekor dan dipelihara selama 4 bulan lalu dijual dengan mengharapkan untung seratus persen per ekor, saat ini sudah sangat berlebihan. Mungkin jika hal tersebut dilakukan sekitar tiga atau empat tahun yang lalu itu masih memungkinkan karena metode fermentasi saat itu belum banyak dikenal sehingga harga anakan kambing maupun kambing umur kurang dari setahun terutama jenis domba masih murah. Karena konsepnya penggemukan kambing, maka dengan pakan yang tepat dan pemeliharaan yang benar dalam wakt 4 bulan sudah bisa dijual dalam kondisi gemuk. Jika penjualan ini menggunakan sistim timbangan (berdasar berat kambing hidup) tentu keuntungan yang didapat bisa mencapai seratus persen karena perkembangan bertambahnya bobot kambing.

Kondisi di atas saat ini sudah sangat tidak memungkinkan. Sebabnya banyak faktor. Diantaranya harga beli kambing oleh peternak yang belum paham betul mengenai kambing dan harganya di pasaran sehingga peternak dengan mudah ditipu oleh para pedagang kambing. Kondisi ini diperparah pada saat kambing tersebut dijual. Permainan harga oleh pedagang kembali terjadi. Stres karena tidak mampu melaksanakan menejemen kandang dengan benar, mulai merasa menyerah, takut ternaknya banyak yang sakit lalu mati, dan banyak sebab lain yang memaksa para peternak menjual ternaknya dengan harga sesuai kemuan pdagang. Yang paling parah, karena tidak tahu harga terendah dan tertinggi di pasaran ternak saat penjualan terjadi. Jadilah keuntungan pedagang semakin berlipat.

2. Salah perhitungan musim (Manajemen kandang tidak tepat)

Bagaimanapun, kondisi peternakan dan pertanian di Indonesia masih tergantung dengan musim. Saat musim panen, harga hasil pertanian akan turun drastis. Demikian juga hasil peternakan. Pada saat tertentu, dia mengalami lonjakan harga setinggi langit. Namun di waktu lain harga akan melorot serendah-rendahnya. Nah, banyak para peternak yang tidak memikirkan hal ini secara cermat. Harusnya, hitung usia kambing yang dipelihara dan mau dipelihara berapa lama. Dari hasil hitungan ini, pastikan waktunya dengan musim penjualan yang sedang tinggi sehingga saat panen tiba, harga jual kambing bisa maksimal. Lalu saat bekeinginan membeli kambing untuk dipelihara untuk tahap berikutnya, hitung kembali waktunya, kapan kambing akan dijual.

Perkiraan masa penjualan yang bagus bisa diperkirkan dari naik turunnya harga kambing di pasaran. Jika mungkin, setelah mengetahui harga di pasaran, belilah kambing langsung kepada peternak. Ini tentu akan lebih murah dibanding beli langsung kepada pedagang di pasar. Hanya saja, kejelian menjadi syarat utama supaya tidak salah memilih bibit.

3. Kurang jeli dalam memilih bibit

Bibit kambing akan berpengaruh terhadap hasil penjualan. Kambing kualitas jelek dipelihara lama sama sekali tidak akan mempengaruhi kualitas kambing tersebut. Ini juga memerlukan kejelian tersendiri bagi para peternak. Perhatikan detil kambing yang akan dipelihara. Jenis, kondisi fisik, kesehatan, dan tanda khusus lainnya. Nah, tanda khusus ini hanya bisa dipelajari dengan cara memperhatikan (titen).

4. Kadar pakan asal jadi

Banyak peternak yang membuat pakan fermentasi dengan bahan asal dapat tanpa memperhatikan sifat dasar dari setiap bahan pakan yang akan diolah dan diperuntukkan untuk hewan ternak jenis apa. Tidak semua pakan sapi cocok untuk pakan kambing dan sebaliknya. Pembuatan formula dan bahan dasar pakan ternak harus disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis hewan ternaknya. Perhatikan juga, apakah peternakan itu bertujuan untuk penggemukan ataukah untuk peranakan, karena kebutuhan pakan juga akan sangat berbeda.

artikel lainnya PENGGEMUKAN KAMBING MENGAPA GAGAL ?

Rabu 24 Agustus 2016 | Info Ternak

Ayam agar pertumbuhannya cepat selain di kasih makan juga harus rutin di kasih jamu agar terhindar…

Rabu 23 Januari 2013 | Info Ternak

HAMA & PENYAKIT PADA DOMBA – Budidaya Petani.JENIS HAMA & PENYAKITyang menyerang Domba tergolong banyak. Berikut ini merupakan “HAMA…

Minggu 25 Maret 2018 | Info Ternak

Pada usaha penggemukkan Ruminansia sekitar 60-70% dari seluruh biaya produksi tersedot untuk penyediaan pakan ternak ,…