085742927777 - 082315612345 - 081977977137
programhcs@gmail.com


Kedebog Pisang buat Pakan Ternak

Umumnya gedebok pisang sekedar dianggap selaku limbah perkebunan yg sering kali dianggap sepele dengan dibuang demikian ajah, enggak banyak yg tau karena itu limbah mulai buah pisang ini dapat dioptimalkan oleh karena itu berbagai bahan yg menyandang nilai jual serta dapat dijadikan usaha yg menyandang keuntungan yg sangat menjanjikan. Ketetersedian bahan baku (gedebok pisang) yg melimpah pada tanah air serta harga bahan yg sangat terjangkau.

kambing makan kedebog pisang

Tingginya harga pakan ternak ruminansia yg makin hari malah mencekik mereka peternak sapi/kambing, serta kebutuhan mau bahan pakan ternak serta harga terjangkau sebaliknya tidak menggunakan mengurangi kwalitas pakan yg diberikan guna menaikkan pendapatan mereka peternak di dalam rangka pengembangan ternak ruminansia supaya Indonesia dapat untuk menjadi negara usaha mencukupi kebutuhan sendiri daging yg selalu digembar-gemborkan pemerintah tatkala ini. gedebok pisang dapat oleh karena itu keliru satu upaya guna mendukung rencana tersebut. kandungan serat kasar yg tinggi beserta ketersediannya yg sangat melimpah masa ini.

Kedebog pisang ternyata kaya bakal kandungan glukosa dengan selulosa tetapi rendah kadar ligninnya*. Ini menarik gara-gara glukosa, sesuatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi**. Sementara itu, lignin adalah suatu bentuk serat yang dalam jumlah kecil dibutuhkan ternak untuk membantu pencernaan. Kandungan lignin pada pakan ternak sangat berpengaruh pada kemudahan pakan itu untuk dicerna. Pakan yang rendah kandungan ligninnya mudah dicerna oleh binatang. Tapi, kalau pakan yang diberikan terlalu banyak kandungan ligninnya, ternak bisa ‘mencret’ ***.

Berkat berbagai penelitian telah diketahui manfaat lain dari gedebog pisang yang dapat di proses sebagai pakan ternak dengan cara fermentasi anaerob. memang masih banyak masyarakat peternak di indonesia belum mengetahui manfaat serta kandungan nutrisi pada batang pisang ini sebagai pengganti makanan ternak budidaya – seperti Kambing , Domba , Sapi , bebek (unggas ) , Kelinci dll.

Sebenarnya batang pisang bagi masyarakat Bali dan penduduk di pulau Lombok N.T.B  bukanlah sesuatu yang baru, sejak dahulu kala gedebog pisang dapat diolah menjadi menu tradisional. Namun , pada kesempatan posting ini , blog cara budidaya organik hanya mengulas tentang fermentasi batang pisang untuk makanan ternak 🙂 . Untuk mengetahui Cara Fermentasi Gedebog Pisang Kaya Nutrisi sebagai makanan ternak silahkan simak yang di bawah ini.

Kandungan Nutrisi Pada Batang Pisang

Menurut berbagai hasil studi atau penelitian , gedebog diketahui memiliki kandungan nutrisi yang komplit sebagai pengganti pakan ternak.

Adapun komposisi rata-rata nutrisi dalam batang pisang antara lain :

bahan kering  (BK) 87,7 % * Abu 25,12 % * lemak Kasar (LK) 14,23 % * Serat Kasar (SK) 29, 40 %  *  protein Kasar (PK) 3 %  termasuk : asam amino, amine nitrat, glikosida, mengandung N, Glikilipida, vitamin B, asam Nukleat  *  bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 28,24 % termasuk karbohidrat, gula dan pati .

Nah ,  dengan diketahui kandungan nutrisi pada batang pisang , tentu kebutuhan makanan ternak kambing bukan suatu kendala bagi peternak – dengan kata lain gedebog merupakan kandidat tepat untuk pengganti pakan ternak. Memang jumlah protein kasar (PK)  gedebog tidaklah terlalu tinggi namun dengan mencampur bahan lain , seperti : bekatul , bungkil kelapa , Ampas tahu atau limbah dari produk kedelai , ampas singkong (gamblong) , jagung dan ditambah dengan fermentasi mampu meningkatkan protein kasar pada gedebog pisang.

Formula dan Komposisi Fermentasi Gedebog Pisang

Berdasarkan dari hasil riset dan percobaan yang telah dilakukan Universitas Padjajaran ( UNPAD ) tentang fermentasi gedebog dan bahan-bahan lain seperti umbi singkong dan biji jagung  untuk makanan ternak lengkap dengan nilai nutrisi yang cukup. Antara lain formula dan komposisi yang telah dikaji adalah sebagai berikut :

  • (TA) campuran 70 % batang pisang, 15 % umbi singkong dan 15 % biji jagung.
  • (TB) campuran 60 % batang pisang, 20 % umbi singkong dan 20 % biji jagung.
  • (TC) campuran 50 % batang pisang, 25 % umbi singkong dan 25 % biji jagung.
  • (TD) campuran 40 % batang pisang, 30 % umbi singkong dan 30 % biji jagung.
  • (TE) campuran 30 % batang pisang, 35 % umbi singkong dan 35 % biji jagung.

Dan setiap formula telah diuji berulang sebanyak 4 (empat) kali. Perubahan yang teliti meliputi nilai pH, kandungan air, bahan kering, abu, protein kasar, serat kasar, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), dan lemak kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioproses (ensilage) campuran batang pisang, umbi singkong dan biji jagung sebagai makanan lengkap tidak menurunkan nilai nutrisi  batang pisang, dengan  tersedia peningkatan kandungan bahan kering yg pada  batang, pisang. Kombinasi campuran yg terbaik buat batang pisang selaku ransum keseluruhan  ialah 30 % batang pisang, 35 % umbi singkong serta 35 % biji jagung.

 

Facebook Comments

Incoming search terms:



Tentang Penulis

- Syamsul Ashari, Owner dari Stokishcs.com , kami sebagai penggiat Organik melalui Program HCS untuk memajukan petani dan peternak indonesia.. Go Success..!!!

Posting terkait dengan Kedebog Pisang buat Pakan Ternak







Hak cipta © Pusat Informasi Mitra PROGRAM HCS dan didukung oleh .
آپلود عکس
error: Content is protected !!