085742927777 - 082315612345 - 081977977137
programhcs@gmail.com


Karya Ilmiah Remeja Fermentasi Urine Sapi

KARYA ILMIAH REMAJA
FERMENTASI URINE SAPI SEBAGAI PUPUK CAIR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN
Pada Susun Oleh
Abdul Asri Saputra
178
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI I PETERNAKAN
KECAMATAN MENDO BARAT
BANGKA BELITUNG
TAHUN AJARAN 2009 / 2010


LEMBAR PENGESAHAN
Nama                           : Abdul Asri Saputra
NIM                            : 178
Guru Pembimbing       : Bunda Sri Gustina, S.Pt.
Judul Penulisan           “FERMENTASI URINE SAPI (Bison benasus L)SEBAGAI PUPUK CAIR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN”.
Pangkalpinang, Nopember 2009
Disetujui Oleh:
Kepala SMK N I Mendo Barat                                  Kepala Jurusan Peternakan
(Eko Rianto, SP.)                                                        (Eko Purnomo, S.Pt.)


KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr,wb.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat tuhan Yg Maha Esa atas terselesaikannya karya ilmiah ini yg berjudul“FERMENTASI URINE SAPI SEBAGAI PUPUK CAIR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN”.
Di dalam penulisan serta penyusunannya kita enggak menjalani hambatan yg berguna. Tentang ini tak lepas semenjak adanya sumbangan bermula berbagai pihak, bagi itu kita menyampaikan terimakasih terhadap :
satu.                  Kedua penduduk tua yg telah mendukung kita di dalam melancarkan karya ilmiah ini
dua.                  Babe Eko Rianto, SP selaku Kepala Sekolah SMK N I Mendo Barat
tiga.                  Papa Eko Purnomo, S.Pt. selaku ketua Jurusan Peternakan
empat.                  Bunda Sri Gustina, S.Pt. selaku Guru Pembimbing
lima.                  Teman-teman seperjuangan bersama semua pihak yg enggak disebutkan satu per satu
Meski juga telah berusaha bersama segenap kemampuan, melainkan kita menyadari karena itu karya ilmiah ini sedang jauh semenjak sempurna, oleh akibat itu beserta kerendahan hati kita menerima adanya kritik serta saran yg membangun bermula pihak manapun demi pemulihan dimasa yg berniat datang.. Akhir kata kita ucapkan selamat membaca. Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada khususnya dengan penduduk pada umumnya.
Wassalamu’alaikum wr,wb.
Pangkalpinang, Desember dua puluh09
Penulis


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ………………………………………………………………………… i
HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………………………… ii
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………….. iii
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………….. iv
DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………………………… vi
ABSTRAKSI…………………………………………………………………………………. vii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………. satu
  1. Latar Belakang……………………………………………………………………….. satu
  2. Restriksi Keluhan………………………………………………………………… dua
  3. Permasalahan………………………………………………………………………….. dua
  4. Tujuan Penelitian…………………………………………………………………….. dua
  5. Kegunaan Penelitian…………………………………………………………………… dua
BAB II LANDASAN TEORI…………………………………………………………… tiga
BAB III METODOLOGI…………………………………………………………………… duabelas
A.    Tempat serta Tatkala……………………………………………………………………. duabelas
B.     Sarana dengan Bahan…………………………………………………………………………. duabelas
C.     Pelaksanaan Penelitian……………………………………………………………….. tigabelas
D.    Sebab yg Dicapai…………………………………………………………………….. tigabelas
E.     Perincian biaya Biaya Wirausaha……………………………………………………… empat belas
F.      Sasaran Perdagangan…………………………………………………………………….. lima belas
BAB IV HASIL PENELITIAN………………………………………………………….. tujuh belas
BAB V PENUTUP…………………………………………………………………………….. delapan belas
A.    Kesimpulan………………………………………………………………………………. delapan belas
B.     Saran……………………………………………………………………………………….. delapan belas
DAFTAR PUSTAKA


LAMPIRAN
satu.      Karna  Metode Pencampuran Urine sapi
dua.      Keterlibatan Urine Sapi
tiga.      Lengkuas
empat.      Temu Ireng
lima.      Jahe
enam.      Kencur
tujuh.      Tebu
delapan.      Brotowali
sembilan.      Kunyit


satu.        
FERMENTASI URINE SAPI SEBAGAI PUPUK CAIR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN
Abdul Asri Saputra
Jurusan Peternakan
Sekolah Menengah Kejuruan Negri I Mendo Barat
ABSTRAKSI
Penelitian ini bertujuan bagi memenfaatkan urine sapi selaku pupuk berair buat menaikkan produksi pertanian. Penelitan ini dilakukan selagi bulan Desember 2007, bertempat pada Laboratorium Hayati SMA Pancasila satu Wonogiri. Komposisi bahan yg dikonsumsi mewujudkan: urine sapi, lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, kencur, butrowali, tetes tebu. Sedari gara-gara penelitian yg dipoeroleh putusan karena itu urine sapi dapat dikerjakan pupuk berair bersama menambahkan bahan – bahan extra ibarat lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, kencur, butrowali.
 Bahan – bahan tadi berfungsi bagi mengenyahkan bau urine sapi. Sedang buat tetes tebu berfungsi buat peragian beserta memenyuburkan mikroorhanisme yg tersedia didalam tanah, tetes tebu ini sendiri berisi bakteriSacharomyces Sereviceae yg berfungsi buat peragian. Berlandaskan berkat penelitian dapat diperoleh karena itu urine sapi dapat dilaksanakan pupuk berair yg sangat menyuburkan tumbuhan pertanian.
Pembimbing                                                    Kepala SMK N I Mendo Barat
Sri Gustina, S.Pt.                                                        Eko Rianto, SP


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sapi (Bison benasus L) ialah ternak ruminansia gedhe yg memiliki banyak faedah bagus bagi mahluk atau juga tumbuhan, laksana daging, susu, kulit, tenaga serta kotoran. Selain itu urinenya pula dapat dimanfaatkan. Urine sapi (Bison benasus L) dapat pada untuk pupuk berair selaku pestisida buat tumbuhan. Penulis telah menjadikan pupuk berair serta hasilnya memadai bagus.
Penciptaan pupuk berair sejak urine sapi (Bison benasus L) ini sangatlah gampang dengan tak membutuhkan tatkala lama serta bagus buat flora dibandingkan dan pupuk keluaran pabrik. Bahan yg dikonsumsi buat menjadikan pupuk berair ini jua gampang pada dapat beserta biayanya relatif murah. Serta adanya pembentukan pupuk berair ini kaum diharapkan hendak mencoba menciptakan bersama memakinya.
Ciptaan yg dikerjakan ini menyandang keunggulan tersendiri yakni harganya murah, pembuatannya gampang, bahan gampang didapat, bersama enggak membutuhkan kala yg lama. Pupuk berair ini berisi protein yg menyuburkan flora serta tanah bagaikan padi, palawija, sayur-sayuran, buah-buahan, bunga serta lain-lain. Buatan ini berfungsi selaku pengusir hama tikus, wereng, walang sangit, dengan penggerek serta selaku sumber pupuk organik.
Penciptaan pupuk berair sedari urine sapi (Bison benasus L) ini membutuhkan bahan ekstra lainnya supaya urine berkomposisis kimia yag bagus. Bahan extra ini misal lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, kencur, brotowali, beserta tetes tebu. Buat lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, kencur, brotowali maksud penambahan bahan-bahan ini buat mengenyahkan bau urine ternak bersama memasrahkan rasa yg tak disukai hama. Bagi tetes tebunya buat peragian urine sapi (Bison benasusL) serta menyuburkan mikroba yg tersedia pada di dalam tanah, gara-gara tetes ini berisi bakteri Sacharomyces cereviceae. Berlandaskan uraian tersebut penulis mengambil penelitian yg berjudul “FERMENTASI URINE SAPI (Bison benasus L)SEBAGAI PUPUK CAIR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN”.
B. Restriksi kesulitan
satu.                  Urine sapi yg dipakai sapi (Bison benasus L)jantan jawa dirumah Bokap Ridhiyanto desa Ngemplak, Kecamatan Ngadirojo
dua.                  Lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, kencur, butrowali dibeli dipasar Ngadirojo
tiga.                  Tetes tebu bersama starter ataupun bibit bakteri Sacharomycec sereviceae dibeli pada Papa Panut sentra produksi Alkohol Bekonang
C. Permasalahan
Apakah urine sapi (Bison benasus L) dapat dijadikan pupuk berair bagi menaikkan produksi pertanian?
D. Tujuan Penelitian
Buat mengenakan urine sapi (Bison benasus L) buat dilakukan pupuk berair bagi menaikkan produksi pertanian.
E. Faedah Penelitian
satu. Memasang limbah petarnakan khususnya urine sapi bagi pupuk berair
dua. Menaikkan intensifikasi pertanian
tiga. Menaikkan umat bagi berwirausaha sendiri
empat. Buat perkembangan tehnologi pertanian


BAB II
LANDASAN TEORI
Siapa bilang air kencing sapi meghancurkan lingkungan. Buktinya, sapi pada Sumatra Barat (Sumbar), tepatnya pada Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Air kencing semenjak satu ekor sapi mamp menyuburkan sekitar empat hektare sawah yg setiap hektarenya dapat menghasilkan enam hingga delapan ton padi atau juga gabah.Air kencing, ya tetap air kecing, yg keluar sejak sarana sangat penting sapi,. Kandungan kimia urine sapi merupakan N : satu,empat sampai dua,dua %, P: 0,enam sampai 0,tujuh%, serta K satu,enam sampai dua,satu. Tetapi hampir keluar bermula badan sapi itu, santapan sapi wajib direkayasa konon. Awalnya, sebab penemuan yg disebut sistim pupuk organik urine sapi (kosarin), semata-mata memang bukan buat menyuburkan tumbuhan ataupun tumbuhan. Namun buat menyuburkan sapi. Tatacara menggemukkan sapi ini serta membagikan santapan jeram dicampur garam beserta enzym Bossdext (Setiono Hadi, 2004).
Peningkatan produksi jahe pada Indonesia sangat diperlukan, yg dapat dilaksanakan melalui pemulihan tehnik budidaya terutama pada fase awal pertumbuhan flora.Pemakaian pupuk kandang bersama urin sapi selaku zat pengatur tumbuh diharapkan mampu memperbaiki pertumbuhan flora jahe sampai-sampai produksinya meningkat. Penelitian ini bertujuan buat mengetahui pengaruh sebanyak macam pupuk kandang, pengaruh konsentrasi urin sapi serta hubungan antara pemakaian sejumlah ujud pupuk kandang serta konsentrasi urin sapi terhadap pertumbuhan dengan sebab tumbuhan jahe muda ( Hary Witriyono, 1993).
Budidaya flora kencur pada pedesaan umumnya sedang berkarakter sampingan. Karena itu kagak heran asalkan kuantitas bersama kualitasnya beraneka ragam. Buku ini menyajikan caranya penanaman kencur biar dapat memperoleh karna yg maksimal ( Rahmat Rukmana, 1994).
Brotowali ialah flora asli Asia Tenggara. Pada balik rasanya yg pahit,ternyatabrotowali mampu menyembuhkan berbagai bentuk penyakit, ringan dengan berat, bagaikan diabetes mellitus, hepatitis, rematik, serta gatal-gatal. Harapannya, bersama buku ini pembaca dapat mengaplikasikan ataupun meramu sendiri resep-resep obat sejak brotowali. Selaku pelangkap, buku ini disertai pula serta pengalaman kalian penggunanya ( Budy Kresnady, 2003).
Tetes tebu maupun sebutan ilmiahnya molasses mewujudkan komoditas sisa pada metode pembentukan gula. Tetes diperoleh mulai lantaran pemisahan sirop low grade dimana gula di dalam sirop tersebut kagak dapat dikristalkan lagi. Pada satu buah pemrosesan gula, tetes tebu yg dihasilkan sekitar lima – enam %. Sekalipun sedang berisi gula, tetes sangat kagak layak buat dimakan implikasi berisi kotoran-kotoran bukan gula yg membahayakan kesehatan. Mengingat nilai hemat yg sedang tinggi, umum Pabrik Gula menjual berkat tetes tebunya ke pabrik-pabrik yg memang membutuhkan tetes ini. Semisal contohnya : pabrik alkohol, pabrik pakan ternak beserta lain sebagainya. (Dwidjoseputro, D. 1999).
Kunyit telah lama dikenal selaku tumbuhan buat bumbu dapur. Selain itu, kunyit pula sempat turun temurun dimakan buat menyembuhkan berbagai penyakit. Akhir-akhir ini, kunyit pun pernah diolah ala modern di dalam skla industri selaku bahan baku obat, kosmetik, serta pewarna tekstil. Racikan obat bermaterial kunyit dijelaskan di dalam buku ini serta tujuan supaya pembaca dapat mengolah sendiri resep-resep tersebut ( Winarto, 2004).
Kaum malah menyukai teknik pengobatan atau juga pencegahan hambatan kesehatan bersama bahan-bahan alamiah. Jahe, Kunyit, Kencur, dengan Temulawak adalah bahan alamiah yg berkhasiat bagi kesehatan. Tidak benar satu type penyajiannya mewujudkan serta dilaksanakan jadi minuman yg segera saji beserta efisien, serta kata lain dikemas di dalam wujud bubuk instan. Buku ini memasrahkan informasi keseluruhan, sejak mulai penafsiran komoditasnya, peralatan, metode pengerjaan, pengemasan, penjualan, hingga analisa usaha instan jahe, kunyit, kencur, dengan temulawak ( Prastyo, 2003).
Temu-temuan beserta empon-empon banyak dimanfaatkan bagi bumbu masak, bahan minuman, bahan kosmetika, beserta bahan obat/jamu tradisional. Produk temu-temuan dengan empon-empon kala ini enggak cuma dikenal pada di dalam negri sebaliknya jua pada luar negri. Beserta sebagai itu, Merk ini mempunyai prospek pasar yg sangat luas sampai-sampai patut diperhitungkan oleh mereka petani atau pemerintah hasil dapat mendatangkan pendapatan extra bagi petani beserta devisa bagi negara. Buku ini menyajikan aneka temu-temuan bersama empon-empon, bagus yg pernah dikenal oleh umat alias yg belom, dari sejak kognisi masing-masing produk, budidaya, kegunaan, beserta khasiatnya (Fauzilah Muhlisin, 1999).
Lengkuas mewujudkan sejenis rizom bersama manfaat masakan dengan perubatan, bersama banyak dikonsumsi pada Asia Tenggara. Rupanya hampir sebanding bersama halia.
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Order : Zingiberales
Famili : Zingiberacea sp
( Wikipeda.Org, 2007)
Infeksi cacing enggak selalu menimpa anak-anak. Siapa saja dapat terinfeksi seumpama pola hidupnya sedikit bersih. Bagi mengusir cacing bermula saluran pencernaan kita itu dapat dipakai bahan-bahan alamiah pada sekitar kita. Pada antaranya temu ireng (hitam) atau juga temu giring ( Aliadi, 1996).
Tetes alias ampas tebu ialah cairan kental sisa kristalisasi sedari pabrik gula. Badek mewujudkan bibit peragian ciu yg diambil bermula sisa desalinasi ciu sebelumnya. Setelah diaduk, pada permukaan campuran bahan dasar ciu bakal keluar buih. Campuran bahan dibiarkan sampai tujuh hari sampai buih menghilang, anyar siap dimasak, Bagi pembuat ciu, kalau badek habis alias tak sanggup menghasilkan buih pada campuran bahan ciu, penting produksi mandek. Akibat sulingan tetes tebu biasanya berisi alkohol 30-45 persen. Produsen ciu pada Bekonang umumnya pula memproduksi alkohol 90 persen. “Alkohol itu campuran tetes tebu yg disuling dua kali. Setelah untuk menjadi ciu, dimasak lagi, ditambah zat kimia kostik. Jadinya alkohol 90 persen,.Sedari 200 liter campuran bahan berniat menghasilkan 30 liter ciu setelah melewati tiga jam desalinasi. Kalau tetesnya bagus uapnya keluar akas. Kalau tidak bagus dapat empat jam aktual selesai, Ciu paling buruk kandungan alkoholnya berkisar 25 persen. Berkat sulingan ciu berwarna rada keruh ( Taman Kembang Pete, 2006)
Wibowo (1989) menyatakan karena itu peragian sering didefinisikan selaku mekanisme penanggulangan karbohidrat mulai asam amino metode anaerobik yakni tidak menggunakan memerlukan oksigen. Karbohidrat terlebih dahulu berniat dipecah untuk menjadi unit – unit glukosa bersama donasi enzim  amilase serta enzim glukosidose, beserta adanya kedua enzim tersebut karena itu pati berniat singkat terdegradasi oleh karena itu glukosa, selanjutnya glukosa tersebut oleh khamir berniat diubah untuk menjadi alkhohol.
Buckel (1987) menyatakan karena itu peragian mewujudkan perubahan kimia di dalam bahan pangan yg disebabkan oleh enzim. Enzim yg berperan dapat dihasilkan oleh mikroorganisme serta hubungan yg terjadi diantara komoditas bermula aktivitas – aktifitas tersebut serta zat – zat yg ialah pembentuk bahan pangan tersebut.
Di dalam dunia pertanian ternyata urine sapi (air kencing sapi) sangat bermanfaat sekali bagi petani implikasi urine sapi berisi berbagai unsur hara sampai-sampai dapat dipakai selaku pupuk berair. Hampir dipakai selaku pupuk pertanian urine sapi ini selayaknya pada peragian terlebih dahulu.(Anonimus. 1978).
Pupuk organik ialah pupuk dan bahan dasar yg diambil sejak alam beserta jumlah bersama bentuk unsur hara yg terkandung ala alamiah. Dapat dikatakan karena itu pupuk organik ialah keliru satu bahan yg sangat berguna di dalam upaya memperbaiki kesuburan tanah metode terjamin, di dalam arti ciptaan pertanian yg dihasilkan terbebas sejak bahan-bahan kimia yg berbahaya bagi kesehatan jiwa sampai-sampai terjaga dimakan.
Keliru satu sebab pemikiran mengenai peningkatan kemampuan tanah ialah perubahan hijau yg dikembangkan pada Indonesia pada awal 1970-an alias tepatnya pada tahun 1968 serta dikenal dan program BIMAS yg telah mampu mengubah sikap petani sedari anti tehnologi oleh karena itu sikap hendak menggunakan tehnologi pertanian modern, seolah-olah pupuk kimia, obat-obatan perlindungan mulai hama serta bibit unggul. Pada dasarnya pemakaian tehnologi tersebut ditujukan buat menaikkan produktivitas tanah
Sedari berbagai berkat pemakaian pupuk kimia tersebut problem yg timbul antara lain :
satu) Flora jadi sangat rawan terhadap hama, meski juga produktivitasnya tinggi tetapi kagak menyandang ketahanan terhadap hama,
dua) Penurunan ikhtiar ciptaan terhadap petani yg diindikasikan beserta hilangnya pengetahuan lokal di dalam mengelola area pertanian bersama ketergantungan petani terhadap paket  tehnologi pertanian ciptaan industri.
Ujud Sumber Urine :
satu.      Urine Jiwa
dua.      Urine Kelinci
tiga.      Urine kambing
empat.      Urine Sapi dll
Potensi Urine Sapi
satu.      Urine sapi  = lima belas – dua puluh ltr/hari
dua.      Berisi unsur mikro serta makro keseluruhan
Perbedaan Pupuk
satu.      Pupuk anorganik menyandang jumlah hara yg tinggi
           (kecuali cuma menyandang contoh unsur hara yg terbatas )
dua.      Pupuk organik sangat kaya macam unsur hara (Makro serta Mikro)
            (sebaliknya di dalam jumlah yg sedikit.)(Guntoro, S. 2006).
Pupuk berair alamiah yg dilakukan ini menyandang keunggulan tersendiri ialah harganya murah,pembuatannya gampang, bahan gampang didapat, serta kagak membutuhkan saat yg lama. Pupuk berair ini berisi protein yg menyuburkan flora dengan tanah laksana padi, palawija, sayur-sayuran, buah-buahan, bunga bersama lain-lain. Komoditas ini berfungsi selaku pengusir hama tikus,wereng, walang sangit, serta penggerek serta selaku sumber pupuk organik.(Dartius, 1995.).
A. Fungsi sejak bahan organik
Bahan organik tanah meliputi semua contoh lapisan flora dengan sisa hewan. Bahan organik ini bakal berganti untuk menjadi humus asal telah dipisahkan untuk menjadi komponen yg aktif pada tanah. Pada di dalam tanah bahan organik ala garis besarnya berfungsi selaku fisik, kimia beserta hayati tanah. (S.C. Hsieh bersama C.F. Hsieh.,1987)
Senyawa organik karbon mewujudkan sumber energi yg dibutuhkan organisme bagi melaksanakan aktivitasnya . Senyawa organik beserta perbandingan C/N yg tersedia di dalam tanah dapat dipakai bagi merangsang penyebaran nutrisi yg sulit masuk ke di dalam badan mikroorganisme berkat kekurangan nitrogen di dalam tanah. Serta perbandingan seimbang banyak mikroorganisme yg mati dengan terurai kembali untuk menjadi unsur-unsur nutrisi buat kesuburan tanah (Sc Hsieh, 1990)
B. Nutrisi ( larutan pupuk)
Banyak penelitian yg telah dikerjakan terhadap urine sapi, diantaranya merupakanBuckman, H. O. beserta N. C. Brady. 1982 melaporkan karena itu urine sapi berisi zat perangsang tumbuh yg dapat dipakai selaku pengatur tumbuh diantaranya ialah IAA. Lebih lanjut dijelaskan karena itu urine sapi pula mempersembahkan pengaruh positif terhadap pertumbuhan vegetatif flora jagung.
Sebab baunya yg khusus urine ternak pun dapat mencegah datangnya berbagai hama flora sampai-sampai urine sapi jua dapat berfungsi selaku pengendalian hama tumbuhan semenjak serangan (Phrimantoro, 1995).
Lingga, ( 1991) melaporkan karena itu ujud serta kandungan hara yg terdapat pada sebanyak kotoran ternak padat dengan berair dapat dilihat pada Tabel satu. berikut.
Table satu. Type dengan kandungan zat hara pada sebanyak kotoran ternak padat bersama berair
Nama ternak serta contoh kotorannya
Nitrogen
(%)
Fosfor (%)
Kalium (%)
Air (%)
Kuda –padat
0.55
0.30
0.40
75
Kuda –berair
satu.40
0.02
satu.60
90
Kerbau –padat
0.60
0.30
0.34
85
Kerbau –berair
satu.00
0.lima belas
satu.50
92
Sapi –padat
0.40
0.dua puluh
0.sepuluh
85
Sapi –berair
satu.00
0.50
satu.50
92
Kambing –padat
0.60
0.30
0.tujuh belas
60
Kambing –berair
satu.50
0.tigabelas
satu.80
85
Domba –padat
0.75
0.50
0.45
60
Domba –berair
satu.35
0.05
dua.sepuluh
85
Babi – padat
0.95
0.35
0.40
80
Babi –berair
0.40
0.sepuluh
0.45
87
Ayam –padat dengan berair
satu.00
0.80
0.40
55
Sumber : Lingga, 1991
Nutrisi organik sedari implikasi peragian sempat seimbang di dalam jumlah serta komposisi unsur-unsur yg dikandung nutrisi tersebut (Nasution, H. F. 1997). Pada Pupuk Merk yg berisi satu nutrisi pun bertolak belakang bersama pupuk organik yg bermacam dengan seimbang laksana yg dijelaskan sejak lantaran penelitian S.C. Hsieh dengan C.F. Hsieh.(1987) pada Tabel dua berikut:
Tabel.dua. Jumlah unsur hara pada kotoran ternak.
Wujud
N
P
K
Ca
Hg
Na
Fe
Mn
Zn
Cu
Ni
Cr
Sapi
satu,satu
0,lima
0,sembilan
satu,satu
0,delapan
0,dua
5726
344
122
dua puluh
enam
Babi
satu,tujuh
satu,empat
0,delapan
tiga,delapan
0,lima
0,dua
1692
507
624
510
sembilan belas
25
Ayam
dua,enam
tiga,satu
dua,empat
duabelas,tujuh
0,sembilan
0,tujuh
1758
572
724
80
48
tujuh belas
Sumber : Hsieh S.C serta C.F. Hsieh.(1987)
Nutrisi alamiah belom banyak dimanfaatkan atau juga dikonsumsi oleh umat metode luas, sedang bagi pupuk telah lama dimakan petani. Pupuk ataupun nutrisi ini berasal bermula kotoran hewan, umpama ayam, kambing, kerbau, kuda, babi, bersama sapi. Kotoran tersebut dapat berupa padat beserta berair (urine ternak) dan kandungan zat hara yg berlainan. Pupuk kandang berair jarang dikonsumsi, sedangkan kandungan haranya lebih banyak. Tentang ini disebabkan bagi menampung urine ternak lebih susah repot serta metode keindahan minim bagus – bau (Phrimantoro, 1995).
D. Tehnologi peragian.
Peragian mewujudkan aktifitas mikroorganisme bagus aerob atau anaerob yg mampu mengubah atau juga mentranspormasikan senyawa kimia ke subtrat organik (Rahman,1989). Berikutnya Winarno (1990) mengemukan maka peragian dapat terjadi keterlibatan tersedia kegiatan mikroorganisme penyebab peragian pada subtrat organik yg sesuai, metode ini dapat menimbulkan perubahan sifat bahan tersebut.
Joo. Y.H (1990). Melaporkan maka tehnologi peragian anaerob buat skala petani telah banyak dikembangkan, dimana hasilnya pupuk kandang dikonversikan enggak sekedar di dalam jenis pupuk organik berair yg bagus kecuali pun di dalam contoh biogas yg berenergi tinggi.
Prinsip sejak peragian anaerob ini ialah bahan limbah organik dihancurkan oleh mikroba di dalam kisaran temperatur bersama kondisi spesial ialah peragian anaerob.
Studi berhubungan dengan bentuk bakteri yg respon bagi peragian anaerob telah dimulaisedari tahun 1892 sampai sekarang. Tersedia dua tipe bakteri yg terlibat yakni bakteri fakultatifyang mengkonversi sellulola untuk menjadi glukosa semasa metode dekomposisi awal serta bakteri obligate yg respon di dalam mekanisme dekomposisi akhir sedari bahan organik yg menghasilkan bahan yg sangat penting bersama alternatif energi pedesaaan.( Joo, 1990).
E. Fertigasi.
Caranya pemupukan yg konvensional dibuat ialah disebar dipermukaan tanah, dibenam pada di dalam tanah, disemprot pada daun, ataupun melalui air irigasi yg umum disebut fertigasi (Sugeng, Y. B. 1998). Tatacara terakhir dipandang lebih efisien mengingat pemupukan beserta caranya ditebar dipermukaan tanah ternyata banyak terbuang serta pembenaman pupuk padatan memerlukan lebih banyak air bersama masa buat dapat diserap flora.
Fertigasi banyak dikembangkan melalui sistim irigasi curah, irigasi pancaran dengan irigasi tetes serta berkat yg melampiaskan, yakni dapat menghemat pupuk, tenaga, bersama jumlah serta saat pemberian dapat disesuaikan dan kebutuhan nutrisi.


BAB III
METODOLOGI
A. Tempat beserta Kala
satu. Tempat
Penelitian ini dilakukan pada Laboratorium SMK Negri I Mendo Barat.
dua. Kala
Penelitian ini dibuat dua minggu semasa bulan Nopember.
B. Sarana serta Bahan
satu. Sarana yg dipakai
No
Nama sarana
Jumlah
satu
Ember
satu buah
dua
Pengaduk
satu buah
tiga
Saringan
satu buah
empat
Botol Jejak
lima buah
lima
Bakcer Glass
satu buah
enam
Drum Plastik
satu buah
dua. Bahan yg dimakan
No
Nama Bahan
Jumlah
Satuan
satu
Urine Sapi (Bison benasus L)
sepuluh
Liter
dua
Lengkuas
dua
Ons
tiga
Kunyit
dua
Ons
empat
Temu ireng
dua
Ons
lima
Jahe
dua
Ons
enam
Kencur
dua
Ons
tujuh
Brotowali
dua
Ons
delapan
Tetes tebu/bibit bakteri
0.lima
Liter
C. Pelaksanaan Penelitian
satu. Urine sapi (Bison benasus L) pada tampung serta dimasukkna ke di dalam drum plastik
dua. Lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, kencur, brotowali, ditumbuk sampai halus nanti dimasukkan ke di dalam drum plastik, maksud penambahan bahan-bahan ini bagi membebaskan bau urine ternak beserta melepaskan rasa yg enggak disukai hama.
tiga. Setelah itu tetes tebu dimasukkan kedalam drum plastik, lantas dimasukkan starter Sacharomyces cereviceae. Tetes tebu serta starter Sacharomyces cereviceae ini berarti bagi peragian dengan nantinya setelah oleh karena itu pupuk berair dapat menambah jumlah mikroba menguntungkan yg tersedia didalam tanaah.
empat. Peragian urine didiamkan selagi empat belas hari bersama diaduk setiap setiap hari.
lima. Drum plastik ditutup bersama kain serbet ataupun kertas.
enam. Setelah empat belas hari pupuk berair sempat untuk menjadi selanjutnya disaring dengan dikemas.
D. Karna yg dicapai
Setelah pengerjaan pupuk berair selesai hasilnya bagus. Urine sapi (Bison benasus L) hampir difermentasi warnanya coklat kekuning-kuningan, baunya sedang berbau urine, membedakan setelah difermentasi warnanya berubah oleh karena itu coklat kehitam-hitaman, dengan pernah tak berbau urine. Penulis pernah mencobakan pada flora sayur serta bunga ternyata bagus. Flora sayuran bersama bunga yg telah diberi pupuk berair ini jadi lebih makmur, daunnuya kelihatan segar bersama hijau serta ulat yg menghinggapinya hilang. Pupuk berair ini pun dapat menaikkan keuntungan pertanian serta mempersembahkan keuntungan bagi kita.
E. Kalkulasi Biaya Wirausaha
satu.Pengeluaran
NO
Uraian
Jumlah
Harga
Per satuan
Total
A
Bahan
satu
Urine sapi (Bison benasus L)
sepuluh Liter
Rp. seribu
Rp. sepuluh.000
dua
Lengkuas
dua Ons
Rp. 750
Rp.satu.500
tiga
Kunyit
dua Ons
Rp. 750
Rp.satu.500
empat
Temu ireng
dua Ons
Rp. 750
Rp.satu.500
lima
Jahe
dua Ons
Rp. 750
Rp.satu.500
enam
Kencur
dua Ons
Rp. 750
Rp.satu.500
tujuh
Butrowali
dua Ons
Rp. 500
Rp.satu.000
delapan
Tetes/starterSacharomyces cereviceae
0,lima Liter
Rp. dua.000
Rp . satu.000
Total Bahan
Rp. sembilan belas.500
B
Sarana
satu
Drum Plastik
satu buah
Rp. sepuluh.000
Rp. sepuluh.000
dua
Saringan
satu buah
Rp. dua.000
Rp. dua.000
tiga
Botol kesan
lima buah
Rp. seratus
Rp. 500
empat
Ember
satu buah
Rp. tiga.000
Rp. tiga.000
Total Sarana
Rp. lima belas.500
Pengeluaran Total
satu. Bahan : Rp. sembilan belas.500
dua. Sarana : Rp. lima belas.500
tiga. Tenaga kerja : Rp. lima belas.000
empat. Biaya Perdagangan : Rp. sepuluh.000 +
Total : Rp. 50.000
Pemasukan
satu. Jual pupuk berair sepuluh liter X Rp. sepuluh.000 = seratus.000
Keuntungan = Pemasukan – Pengeluaran
= Rp. seratus.000 – 50.000 = Rp. 50.000
F. Sasaran Penjualan
Di dalam pembentukan pupuk berair yg bahan dasarnya urine sapi (Bison benasus L) ini yg untuk menjadi sasaran merupakan kaum khususnya petani beserta pengusaha peternakan, keterlibatan pupuk berair ini bermanfaat buat menaikkan produksi pertanian.


BAB IV
HASIL PENELITIAN
Mulai lantaran analisa laboratorium terhadap sifat urine sapi hampir serta sehabis difermentasi dapat dilihat pada Tabel tiga berikut :
Tabel tiga. Sejumlah sifat urine sapi hampir beserta sehabis difermentasi.
.pH
N
P
K
Ca
Na
Fe
Mn
Zn
Cu
Warna
Bau
Hampir ferm.
tujuh,dua
satu,satu
0,lima
0,sembilan
satu,satu
0,dua
3726
300
101
delapan belas
Kuning
Menyengat
Setelah ferm.
delapan,tujuh
dua,tujuh
dua,empat
tiga,delapan
lima,delapan
tujuh,dua
7692
507
624
510
Hitam
Sedikit
Sumber : Pengamatan langsung (dua puluh09).
Terlihat maka adanya peningkatan kandungan unsur-unsur kimia yg tersedia di dalam urine sapi yg difermentasi jikalau dibandingkan dan yg belom difermentasi.
Sebab tumbuhan biasanya mau efektip memasang maupun menyerap unsur di dalam kisaran pH yg netral, bahwa nutrisi / urine sapi karena peragian nanti pada encerkan beserta memasang air beserta perbandingan satu: seribu. Lantaran pengenceran dipakai buat mengairi tumbuhan, selanjutnya berkat pertumbuhan tumbuhan tomat yg ditanam dapat dilihat pada Tabel empat. berikut :
Tabel empat Pertumbuhan tumbuhan bersama produksi tomat yg pada nutrisi beserta Urine sapi yg telah difermentasi.
Tinggi flora
Minggu ke
I
II
III
IV
V
Produksi
Total
Perlakuan
( centimeter)
(kilogram/tan)
Tanpa urine
lima,enam
sembilan,empat
lima belas
22,tiga
47,dua
dua,delapan
Dengan Urine
lima,empat
delapan,tujuh
delapan belas,tiga
29,tujuh
68,tiga
tiga,empat
Sumber : Pengamatan langsung (2003).
Semenjak Pengamatan terhadap tinggi flora pada awal pertumbuhan terlihat sedikit tertinggal sejak yg tampa diberi urine melainkan pada minggu ke III sampai produksi apalagi pertumbuhan tumbuhan jadi lebih segera tentang ini disebabkan berkat perkembangan perakaran tumbuhan sempat lebih sempurna demikian pula terhadap penyerapan nutrisinya.
Terhadap produksi tumbuhan pula melihatkan adanya perbedaan yg memadai bagus dimana adanya peningkatan produksi pertanaman sebanyak 21,empat %
Bermula akibat penelitian didapat karena itu urine sapi yg telah difermentasi dapat dikonsumsi selaku nutrisi tumbuhan selaku alternatif penganti pupuk Merk yg malah hari malah tinggi harganya sampai-sampai petani tak mampu lagi buat membelinya. Hambatan yg ditemui di dalam pembentukan nutrisi ini ialah metode pengambilan urine semenjak sapi, gara-gara kagak semua sapi jinak atau juga bakal diperlakukan. Begini pun bersama kesulitan bau yg ditimbulkannya ialah problem tersendiri jua sedari segi keindahan. Bagi itu diperlukan upaya lain buat mengatasinya.


BAB V
PENUTUP
A. Hasil analisa
Pada di dalam menyusun lapora ini penulis memperoleh hasil analisa:
satu. Limbah berair peternakan khususnya urine sapi (Bison benasusL) dapat dikonsumsi selaku pupuk berair beserta menambahkan bahan extra didalamnya ibarat lengkuas, kunyit, temuireng, jahe, kencur, brotowali, tetes tebu bersama starter Sacharomyces cereviceae.
dua. Bersama pupuk berair sejak urine sapi (Bison benasus L) ini mesyarakat dapat mengenakan limbah urine sapi (Bison benasus L) sedari peternakan sapi (Bison benasus L).
tiga. Serta pupuk berair mulai urine sapi (Bison benasus L) ini penduduk dapat menaikkan penghasilan bersama dapat berwirausaha
B. Saran
satu. Wajib ditingkatkan pengetahuan bioteknologi kita supaya dapat menghasilkan buatan nyata yg bermanfaat bagi insan.
dua. Wajib tersedia pembinaan Karya Ilmiah Remaja pada SMA Pancasila satu Wonogiri metode berkelanjutan, buat menaikkan Ilmu pengetahuan.
tiga. Fasilitas LAB IPA khususnya Hayati berarti dilengkapi, sehinggha di dalam praktek dapat berjalan beserta lancar.


DAFTAR PUSTAKA
Aliadi. 1996. Tumbuhan Obat Peliharaan. Sidowayah. Jakarta
Buckle, 1987. Ilmu Pangan. Jakarta: Universitas Indonesia press
Hadi, Setiono. 2004. Urine Sapi Bangkitkan Harapan Petani, Bogor.
Kresnady, Budy. 2003Si Pait Yg Menyembuhkan. Agromedia Pustaka. Jakarta
Muhlisah, Fauziah. 1999. Temu-temuan beserta Empon- Empon Budi Ikhtiar beserta Manfaatnya. Kanisius. Yogyakarta.
Prastyo. 2003. Tehnologi Tepat Guna Instan. Kanisius. Yogyakarta
Rukmana Rahmat. 1994. Kencur. Kanisius. Yogyakarta
Wibowo. 1989. Biokimia Pangan dengan Gisi. Yogyakarta: UGM Press.
Winarto, Ir. 2004. Khasiat beserta Faedah Kunyit. Agromedia Pustaka. Jakarta
Witriyono Harry, 1993Peningkatan Produksi Jahe. Yogyakarta
. 2007. Lengkuas. Wikipeda, Org. 2006. Bangsa Penenggak Arak. Taman Kembang Pete. Jakarta.
 Hsieh, S. C. and C. F. Hsieh. 1987. International seminal on the use of organic fertilizers production. Rural Development Administration (RDA), Taiwan.
Lingga, Pinus. 1991. Pupuk beserta Teknik Memupuk. Kanisius, Jakarta.
Joo. Y.H .1990Peningkatan Produksi Flora. Yogyakarta
Primantoro. 1995Urine Sapi Bangkitkan Harapan Petani, Bogor.
Rahman. 1989Tehnologi Tepat Guna Instan. Kanisius. Yogyakarta
S.C.Hsieh serta C.F.Hsieh. 1987Ilmu Pangan. Jakarta: Universitas Indonesia press
 Buckman, H. O. beserta N. C. Brady. 1982. Ilmu Tanah (Terjemahan Soegiman). Bhatara Karya Aksara, Jakarta.
Nasution, H. F. 1997. Dasar Peternakan. FP-USU, Medan.
Sugeng, Y. B. 1998. Beternak Sapi Potong. Penebar Swadaya, Jakarta.
Anonimus. 1978. Penuntun Penciptaan Padang Penggembalaan (Hijauan Santapan Ternak). Direktorat Bina Produksi Peternakan, DirJen Peternakan Jakarta.
 Guntoro, S. 2006. Leaftet ”Tehnik Produksi beserta Pelaksanaan Pupuk Organik Berair sejak Limbah Ternak”. Kerjasama Balai Pengkajian Tehnologi Pertanian Bali serta Bappeda Propinsi Bali.
 Dwidjoseputro, D. 1999. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia Pustaka Primer, Jakarta.
Dartius, 1995. Fisiologi Tumbuhan. Universitas Sumatera Utara, Medan.
Facebook Comments

Incoming search terms:



Tentang Penulis

- Syamsul Ashari, Owner dari Stokishcs.com , kami sebagai penggiat Organik melalui Program HCS untuk memajukan petani dan peternak indonesia.. Go Success..!!!

Posting terkait dengan Karya Ilmiah Remeja Fermentasi Urine Sapi







Hak cipta © Pusat Informasi Mitra PROGRAM HCS dan didukung oleh .
آپلود عکس
error: Content is protected !!