085742927777 - 082315612345 - 081977977137
programhcs@gmail.com


Budidaya Ternak Kelinci

Budidaya Ternak Kelinci -Peluang usaha ternak kelinci cukup menjanjikan sebab kelinci termasuk hewan yang gampang dijinakkan, mudah beradaptasi dan cepat berkembangbiak. Secara umum terdapat dua kelompok kelinci, yakni kelinci budidaya dan kelinci hias. Kelinci budidaya adalah contoh kelinci yg dibudidayakan buat dimakan dagingnya atau juga diambil kulit beserta bulunya. Sedang kelinci hias adalah model kelinci buat hewan kesayangan.

Sebenarnya tak ada batasan pasti antara kelinci hias dengan budidaya. Banyak ras kelinci yang awalnya diperlakukan sebagai kelinci hias, dikemudian hari dimanfaatkan jadi kelinci pedaging. Gara-gara ras tersebut mempunyai keunggulan pedaging serupa bobotnya yang besar, pertumbuhan bobot singkat dan perkembangbiakannya tinggi. Begitu juga sebaliknya, kelinci yang awalnya diperuntukan buat pedaging sebaliknya karena bentuk dengan rupanya indah memukau, selanjutnya dikembangkan sebagai kelinci hias.

Budidaya Ternak Kelinci

Budidaya Ternak Kelinci

Macam-Macam Budidaya Ternak Kelinci

Terdapat tiga fokus utama di dalam Budidaya Ternak Kelinci -Peluang usaha ternak kelinci cukup menjanjikan sebab kelinci termasuk hewan yang gampang dijinakkan, mudah beradaptasi dan cepat berkembangbiakternak kelinci, yakni berorientasi pada daging, kulit serta bulu. Macam-jenis kelinci pun mempunyai keunggulan berbeda-beda, ada yang unggul pada pertumbuhan daging, kwalitas kulit serta produksi bulu maupun woll. Di Indonesia, ternak kelinci masih didominasi oleh kelinci pedaging. Hal ini gara-gara industri kulit dan woll kelinci belum berkembang luas.

Sebaiknya kita mengenal jenis-macam kelinci supaya dapat disesuaikan dan orientasi ternak kita, apakah akan fokus pada daging, kulit ataupun bulu. Kementerian Pertanian mengeluarkan panduan bagi mereka peternak kelinci supaya memelihara kelinci sesuai peruntukannya. Berikut jenis-jenisnya:

  • Pedaging: Flemish Giant beserta New Zealand White
  • Kulit: Rex serta Satin
  • Bulu ataupun woll: Angora

Menyiapkan kandang

Secara umum terdapat dua tipe kandang yakni, sistim terbuka dengan tertutup. Kandang sistim terbuka berupa hamparan area yg sekelilingnya diberi pagar. Kelinci dibiarkan leluasa berkeliaran di dalam area tersebut. Di dalam area kandang disediakan naungan buat berteduh dan tempat istirahat. Kandang terbuka ini telah menjadi tipikal usaha ternak kelinci tradisional di Indonesia. Dengan sistim seperti ini pemeliharaan relatif lebih gampang. Justru kalau hamparannya luas, kelinci dibiarkan memburu makan sendiri jadi kalau sekali-kali telat di dalam memberi pakan tidak perlu khawatir. Kelemahan sistim ini memerlukan area yg luas. Cuma layak dikerjakan pada pedesaan dimana ketersediaan area cukup besar.

Kandang tertutup adalah kandang yang dibatasi lantai, dinding beserta atap. Kandang type ini cocok buat usaha ternak intensif. Budidaya kelinci dan sistim kandang tertutup memerlukan dua tipe kandang, ialah tipe postal sertatipe baterai. Kandang tipe postal ialah kandang untuk menempatkan sejumlah ekor kelinci sekaligus. Digunakan sebagai kandang perkembangbiakkan bersama merawat anak-anak kelinci. Sedangkan kandang tipe baterai ialah kandang yang dirancang buat mewadahi satu ekor kelinci per kandang, biasanya berbentuk rak bersusun. Cocok dipakai bagi pembesaran. Untuk mengetahui lebih jauh tentang sistim perkandangan kelinci, ayo lihat tipe-tipe kandang kelinci.

Memilih indukan

Memilah bibit atau calon indukan wajib benar-benar diperhatikan. Sebab bibit berperan besar menentukan tingkat keberhasilan ternak kelinci. Indukan kelinci menentukan produktivitas dan kwalitas karena budidaya. Berikut ini beberapa kiat buat memilah bibit ternak kelinci potong:

  • Cari kelinci yg mempunyai riwayat kesehatan yang bagus. Keturunan bermula kelinci-kelinci yang menghasilkan banyak anak di dalam sekali kelahiran.
  • Bobot raga indukan kelinci betina minimal 4-5 kilogram, jantan 3-5 kilogram.
  • Mempunyai pinggul yang bulat penuh.
  • Punggung tak cekung.
  • Mata cerah, tidak terlihat lesu serta ngantuk.
  • Bulu bersih, terutama pada sekitar kelamin.

Memberi pakan

Pada alam bebas kelinci cuma mengkonsumsi hijauan. Buat usaha ternak, kita dapat memberikan hijauan, konsentrat, ditambah beserta vitamin. Hijauan yang disenangi kelinci antara lain limbah sayuran, seperti sawi, wortel, lobak serta daun singkong. Juga macam rumput-rumputan dengan daun-daunan dari tumbuhan kacang tanah, jagung dan pepaya. Selengkapnya dapat dilihat di dalam jenis-macam makanan kelinci.

Padahal konsentrat biasanya berupa pelet ciptaan pabrik. Pemberian pelet dibuat bagi memudahkan serta membuat efisien pemberian pakan. Pelet biasanya sudah mempunyai kandungan nutrisi komplit. Biaya pembelian pelet memang cukup mahal, tetapi ketersediaan serta kontinuitasnya lebih terjamin. Hal ini sangat diperlukan buat usaha ternak kelinci metode intensif. dengan Ternak Kelinci Pola HCS , Mitra HCS harus mampu membuat Pakan Fermentasi agar tidak ketergantungan dengan Pakan Pelet pabrik

Pemberian hiijauan dimulai semenjak kelinci berumur 2 minggu sedikit demi sedikit. Jenis hijaun yang diberikan selayaknya dilayukan terlebih dahulu untuk mencegah kembung pada anak kelinci, yang dapat mengakibatkan kematian. Anak kelinci biasanya disapih setelah berumur 8 minggu.

Total kebutuhan pakan bagi kelinci mencapai 4-5% dari bobot tubuhnya per hari. Kelinci muda hingga 4 bulan membutuhkan hijauan 20% dari total pakannya. Kelinci lebih sejak 4 bulan membutuhkan 60% hijauan dari total pakannya. Sebaiknya pisahkan ketika pemberian pakan konsentrat beserta hijauan. Seumpama, konsentrat diberikan pada pagi hari sekitar jam 10.00, hijauan dapat diberikan pada pukul 13.00-18.00.

Mengawinkan kelinci

Tidak benar satu parameter untuk mengamati produktivitas ternak kelinci ialah dengan melihat tingkat kelahiran. Kelinci bereproduksi serta melahirkan anak. Kelinci memasuki tahap dewasa dan siap dikawinkan pada umur 6-12 bulan, tergantung pada jenis rasnya. Metode alamiah, kelinci betina yang siap melahirkan anak bakal menujukkan tanda-tanda berahi sebagai berikut:

  • Terlihat gelisah, perilakunya selalu mengejar-cari pejantan.
  • Suka menggosok-gosokkan dagunya pada benda-benda pada sekitarnya atau juga kelinci lain.
  • Vulva berwarna kemerahan bersama basah.

Mengawinkan kelinci bisa dengan dua teknik, yaitu secara berkelompok ataupun berpasangan. Perkawinan berkelompok dilakukan dengan teknik memasukkan beberapa betina bersama pejantan di dalam satu area. Satu pejantan dapat mengawini lima-sepuluh betina.

Sedangkan teknik berpasangan dikerjakan dan memasukkan satu betina dengan satu jantan di dalam satu kandang. Selama masa perkawinan, amati apakah terjadi perkawinan atau enggak. Misalnya tidak, kemungkinan tidak cocok. Ganti pejantan dengan yang lain.

Berikut ini hal-hal umum yang perlu diketahui di dalam mengawinkan kelinci:

  • Kelinci siap untuk dikawinkan setelah berumur 6-12 bulan, tergantung jenis ras.
  • Masa berahi kelinci berlangsung selama sebelas-15 hari.
  • Semenjak masa berahi satu ke masa berahi kemudian berlangsung selama 2 minggu.
  • Masa kehamilan berlangsung 28-35 hari, tergantung jenis ras.
  • Secara alamiah masa menyusui kelinci dapat berlangsung selama 8 minggu. Dalam usaha ternak kelinci masa menyusui eksklusif dilakukan selama 15-20 hari. Setelah itu anak kelinci diberi hijauan supaya belajar makan sambil tetap menyusui, jangan disapih. Anak kelinci dapat disapih setelah 8 minggu.
  • Kelinci betina dapat dibuahi lagi (subur kembali) setelah 2 minggu terhitung sejak melahirkan.
  • Dalam satu tahun, kelinci dapat mengalami hingga 5 kali kehamilan.
  • Jumlah anak dalam satu kali kelahiran 4-12 ekor, tergantung jenis ras.
  • Masa produktivitas biasanya berlangsung 1-3 tahun. Bila minim atau lebih dari itu biasanya jumlah dan kwalitas anakan menurun.

Panen ternak kelinci

Tidak tersedia aturan yang sudah pasti pada umur berapa ternak kelinci dapat dipanen. Pasar kelinci saat ini tidak semasif jenis daging lain seperti unggas, sapi maupun kambing. pada Budidaya Ternak Kelinci biasanya dijual anakannya sebagai peliharaan. Untuk menjual anakan sebaiknya diatas 2 bulan, setelah masa penyusuan. Karena kelinci yang terlalu muda dikhawatirkan tidak bakal bertahan terpisah dari induknya.

Padahal untuk pedaging, biasanya dipanen setelah kelinci berusia 3,5 bulan atau memiliki bobot 2-3 kilogram. Lama waktu penggemukan bagi mencapai bobot tersebut berlangsung sekitar 2-3 bulan. Kalau dijual lebih lama lagi, biasanya sudah tidak hemat karena kelinci membutuhkan pakan yang lebih banyak. Jika kita ingin menjual bibit ataupun calon indukan, biasanya dipelihara hingga kelinci berumur 10-12 bulan. Harga bibit tidak lagi diperhitungkan per kilogram, sebaliknya dilihat keunggulan keturunan bersama kesehatannya.

Analisa Usaha Budidaya Ternak Kelinci

Biaya Produksi Usaha Kelinci
a. Perlengkapan kandang Rp. 1.000.000,-
b. Bibit induk 20 ekor @ Rp. 30.000, Rp. 600.000,-
c. Pejantan 3 ekor @ Rp. 20.000,- Rp. 60.000,-
d. Pakan ƒ Sayur + rumput Rp. 1.000.000,- ( anda bisa menghematnya dengan mencari rumput sendiri )
e. Suplemen Organik Cair (SOC HCS) serta Obat obatan Rp. 500.000
Jumlah biaya produksi Rp. 2.160.000,-
2. Pendapatan Usaha Kecil Kelinci
Kelahiran hidup/induk/tahun = 31 ekor
Penjualan:
a. Bibit: 20 x 15 x Rp. 30.000,- Rp. 9.000.000,-
b. Kelinci potong 20 x 15 x Rp. 50.000,- Rp. 15.000.000,-
Jumlah pendapatan Rp. 24.000.000,-
3. Keuntungan Rp. 21.840.000,-
Hasil di atas adalah menurut perhitungan umum dengan meniadakan biaya pekerja serta tidak menghitung keuntungan tambahan dari penjualan bulu dan feses atau kotoran kelinci. keuntungan Peluang Usaha Ternak Kelinci Modal Kecil
kandang ternak kelinci,cara ternak kelinci potong,pemasaran ternak kelinci,cara ternak kelinci hias,cara ternak kelinci pemula,cara ternak kelinci anggora,ternak kelinci australia,cara beternak kelinci lokal
Facebook Comments

Incoming search terms:



Tentang Penulis

- Syamsul Ashari, Owner dari Stokishcs.com , kami sebagai penggiat Organik melalui Program HCS untuk memajukan petani dan peternak indonesia.. Go Success..!!!

Posting terkait dengan Budidaya Ternak Kelinci







Hak cipta © Pusat Informasi Mitra PROGRAM HCS dan didukung oleh .
آپلود عکس
error: Content is protected !!