Menu
Pelatihan Tani Ternak HCS, di DEPOK 22 OKTOBER 2017, Terbatas untuk 15 Peserta...Segera daftar..!!!

Budidaya jahe

Des
16
2013
by : admin program hcs. Posted in : Info Tani

Budidaya JAHE
Bertanam jahe dengan media karung plastik
16112012304
Hampir memulai bagaiman tatacara bertanam jahe merah bersama media karung kita bahas konon berhubungan dengan sejarah dengan pemaparan tumbuhan jahe
Jahe adalah tumbuhan obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe berasal sejak Asia Pasifik yg tersebar mulai India sampai Cina. Oleh keterlibatan itu kedua bangsa ini disebut-sebut selaku bangsa yg pertama kali mendayagunakan jahe terutama selaku bahan minuman, bumbu masak bersama obat-obatan tradisional. Jahe terhitung di dalam kelompok temu-temuan (Zingiberaceae), se-famili serta temu-temuan lainnya seolah-olah temu lawak (Cucuma xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) serta lain-lain. Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa dengan Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate), dsb.
Divisi                              : Spermatophyta
Sub-divisi                       : Angiospermae
Kelas                              : Monocotyledoneae
Ordo                               : Zingiberales
Famili                             : Zingiberaceae
Genus                            : Zingiber
Species                         :Zingiber officinale
Terna berbatang semu, tinggi 30 centimeter sampai satu m, rimpang asalkan dipotong berwarna kuning alias jingga. Daun sempit, panjang lima belas – 23 mm, lebar delapan – lima belas mm ; tangkai daun berbulu, panjang dua – empat mm ; model lidah daun memanjang, panjang tujuh,lima – sepuluh mm, beserta tak berbulu; seludang rada berbulu. Perbungaan berupa malai tersembul dipermukaan tanah, berbentuk tongkat ataupun bundar telur yg sempit, dua,75 – tiga kali lebarnya, sangat tajam ; panjang malai tiga,lima – lima centimeter, lebar satu,lima – satu,75 centimeter ; gagang bunga hampir kagak berbulu, panjang 25 centimeter, rahis berbulu jarang ; sisik pada gagang terdapat lima – tujuh buah, berbentuk lanset, letaknya berdekatan atau juga rapat, hampir kagak berbulu, panjang sisik tiga – lima centimeter; daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik, bundar pada ujungnya, kagak berbulu, berwarna hijau cerah, panjang dua,lima centimeter, lebar satu – satu,75 centimeter ; mahkota bunga berbentuk tabung dua – dua,lima centimeter, helainya rada sempit, berbentuk tajam, berwarna kuning kehijauan, panjang satu,lima – dua,lima mm, lebar tiga – tiga,lima mm, bibir berwarna ungu, gelap, berbintik-bintik berwarna putih kekuningan, panjang duabelas – lima belas mm ; kepala sari berwarna ungu, panjang sembilan mm ; tangkai putik dua
Jahe dibedakan untuk menjadi tiga bentuk berlandaskan ukuran, ujud bersama warna rimpangnya. Umumnya dikenal tiga varietas jahe, ialah :
  • Jahe putih/kuning gede ataupun disebut pula jahe gajah alias jahe badak Rimpangnya lebih gedhe dengan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung sejak kedua varietas lainnya. Contoh jahe ini bias dipakai bagus masa berumur muda alias berumur tua, bagus selaku jahe segar atau juga jahe olahan.
  • Jahe putih/kuning mungil atau juga disebut pula jahe sunti maupun jahe emprit Ruasnya mungil, rada rata sampai rada sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih gede bermula pada jahe gajah, sampai-sampai rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok bagi serum obat-obatan, ataupun buat diekstrak oleoresin bersama minyak atsirinya.
  • Jahe merah. Rimpangnya berwarna merah serta lebih mungil sejak pada jahe putih mungil ekuivalen seolah-olah jahe mungil, jahe merah selalu dipanen setelah tua, dengan pun mempunyai kandungan minyak atsiri yg ekuivalen beserta jahe mungil, sampai-sampai cocok buat formula obat-obatan.
Rimpang jahe dapat dimakan selaku bumbu masak, pemberi aroma bersama rasa pada santapan seolah-olah roti, kue, biskuit, kembang gula bersama berbagai minuman. Jahe jua dapat dipakai pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah jadi asinan jahe, dilaksanakan acar, lalap, bandrek, sekoteng bersama sirup. Dewasa ini kalian petani cabe mengenakan jahe selaku pestisida alamiah. Di dalam perdagangan jahe dijual di dalam ujud segar, kering, jahe bubuk bersama awetan jahe. Disamping itu terdapat akibat olahan jahe laksana: minyak astiri bersama koresin yg diperoleh beserta caranya desalinasi yg berharga selaku bahan pencampur di dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dengan lain-lain.

Pengunjung juga mencari:

    media tanam cabe HCSmere vinti jahe he rada rani kirpa vanye rakena song

artikel lainnya Budidaya jahe

Selasa 17 Desember 2013 | Info Tani

Budidaya Jahe Di Polibag : Membudidayakan jahe ternyata tidak harus mempunyai lahan yang langsung dan luas.…

Kamis 15 Agustus 2013 | Info Tani

Unsur Hara Makro bersama Mikro Tumbuhan memerlukan santapan yg sering disebut hara flora. Berbeda beserta insan…

Minggu 13 Maret 2016 | Info Tani

Siapa yg tak paham tikus ,binatang yg sering menciptakan kita menganggap kesal beserta merugikan bagi kehidupan…

Sabtu 27 Juli 2013 | Info Tani

Membuat Pestisida dengan Phepoc – Phepoc HCS adalah Pestisida Herbisida Fungisida Organik Cair  dalam  1 satu…




Jl.Abimanyu N0.27 03/01 Desa Gumayun Kec.Dukuhwaru Kab.Tegal Jawa Tengah
0857-4292-7777
0823-156-12345
5FC75681
0823-156-12345
programhcs@gmail.com