085742927777 - 082315612345 - 081977977137
programhcs@gmail.com


BUDIDAYA JAHE DI POLIBAG

17 Desember 2013 Info Tani

Budidaya Jahe Di Polibag : Membudidayakan jahe ternyata tidak harus mempunyai lahan yang langsung dan luas. dengan menggunakan karung bekas atau polibag kita bisa menanam jahe tersebut. kita bisa membudidayakan jahe secara intensif dan tidak memerlukan lahan yang terlalu luas dan cukup di pekarangan rumah saja, dan produktivitasnya pun sangat tinggi.


LANGKAH LANGKAH BUDIDAYA JAHE DI POLIBAG

Pembibitan Jahe

Pembibitan Jahe dimulai dari pemilihan benih. Benih untuk bibit Jahe diambil dari rimpangnya. Rimpang untuk benih yang baik adalah rimpang yang segar (tidak disimpan terlalu lama), sehat, ukurannya besar atau normal, tidak cacat atau terluka, dan berasal dari induk yang sudah cukup tua dan sehat. Karena asal-usul induk harus jelas, maka sebaiknya rimpang untuk benih di ambil dari kebun petani, bukan dari pasar konsumsi kalau bisa. Rimpang yang telah diperoleh kemudian di sortir dan dipilih yang baik dan memasuki kriteria di atas.

Cara Pengecambahan Jahe 

Jika dikhawatirkan adanya serangan jamur, benih bisa direndam terlebih dahulu pada larutan fungisida (misalnya Phepoc HCS) selama 15 menit.dan Direndam lagi dengan POC SOT HCS maximal 12 Jam Jika tidak, benih cukup direndam atau dibasahi dengan air, kemudian diletakkan pada tampah atau nyiru, dan ditempatkan pada tempat yang lembab agar berkecambah. Agar kelembaban terjaga, setiap hari benih harus di kontrol dan di siram air jika terlalu kering. Benih akan mulai berkecambah setelah kira-kira 2 minggu.


Penyemaian Jahe

Semasa mengecambahkan benih, kita dapat menyiapkan tempat persemaian berupa petak ukuran satu x dua m yg dilarang dan batubata serta diisi serta pasir beserta pupuk organik. Tempat persemaian selayaknya enggak terkena sinar matahari beserta hujan ala langsung. Pada media tersebut, benih yg telah berkecambah kita tanam dan kedalaman duga-sangka empat-lima centimeter. Benih tersebut berniat semenjak tumbuh jadi flora muda di dalam tatkala sekitar dua-empat minggu. Setelah tumbuh serta ketinggian sekitar sepuluh centimeter, bibit dapat diambil/dipotong mulai rimpangnya serta ditanam pada media karung maupun polibag yg telah disiapkan. Rimpang yg tersisa dapat ditanam kembali pada persemaian biar tumbuh bibit yg lain. Satu buah rimpang dapat menumbuhkan sekitar dua-empat bibit.

satu.    Persyaratan Bibit
Bibit berkualitas ialah bibit yg memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh yg tinggi), beserta mutu fisik. Yg dimaksud dan mutu fisik mewujudkan bibit yg leluasa hama dengan penyakit. Oleh karna itu kriteria yg wajib dipenuhi antara lain:
a. Bahan bibit diambil langsung sedari kebun (bukan sejak pasar).
b.Dipilih bahan bibit sedari flora yg sempat tua (berumur duabelas-tujuh belas bulan).
c.Dipilih juga sedari flora yg sehat bersama kulit rimpang kagak terluka ataupun lecet.

dua.    Pemotongan bibit
Bibit gara-gara seleksi itu dipatah-patahkan bersama tangan atau juga dipotong-potong serta pisau  bersama setiap potongan menyandang tiga-lima mata tunas serta beratnya 40-60 gram. Pemotongan bibit jahe dikerjakan pada pangkal cabang rimpang dan panjang dua-3cm, usahakan setiap pemotongan, sekecil boleh jadi rimpang yg terluka. Asal pada saaat pemotongan pisau mengenai rimpang jahe yg busuk, bahwa pisau wajib dicelupkan pada cairan garam.
Rimpang yg telah dipotong-potong, dianginkan sampai kesan potongan pada rimpang mengering lebih minim setelah tiga jam. Setelah kesan potongan kering, rimpang direndam di dalam SOT+ZPT semasa duabelas jam, berikutnya rimpang ditata pada media semai yg telah disiapkan.

tiga.    Tehnik persemaian
Media persemaian terdiri sedari bokashi serta ladon yg disebarkan metode merata setebal 1cm selaku alas semai. Berikutnya bibit jahe ditata serta posisi yg enggak terbalik (sesuai alur tumbuhnya akar). Setelah itu taburi bibit jahe dan bokashi bersama abu ala tipis merata. Nanti persemaian disiram serta air serta SOT+ZPT sampai rata lantas ditutup beserta Koran/jerami beserta disiram setiap pagi beserta sore semasa masa persemaian.

empat.    Pemeliharaan persemaian

Persemaian diusahakan tak terkena sinar matahari langsung, biar kelembababnya aman, usahkan disiram pagi bersama sore. Setelah tujuh hari hendak terlihat bibit yg tumbuh tunas serta akar sepanjang 3cm. Bibit yg telah tumbuh tunas serta akar tiga centimeter tersebut dapat dipindahkan pada media tanam kandi/karung. Setiap lima hari sekali mau didapati bibit yg siap tanam semenjak media persemaian. “Ingat!!! Bibit yg belom tumbuh tunas dengan akar jangan dipindahkan sejak persemaian, supaya akar kagak putus.

Facebook Comments

Incoming search terms:



Tentang Penulis

- Syamsul Ashari, Owner dari Stokishcs.com , kami sebagai penggiat Organik melalui Program HCS untuk memajukan petani dan peternak indonesia.. Go Success..!!!

Posting terkait dengan BUDIDAYA JAHE DI POLIBAG







Hak cipta © Pusat Informasi Mitra PROGRAM HCS dan didukung oleh .
آپلود عکس
error: Content is protected !!